4 tempat indah dijalur Pendakian Gunung Papandayan

Kali ini saya dan teman kantor berwisata one day trip dengan tujuan kami adalah melihat 4 tempat indah dijalur pendakian gunung Papandayan. Gunung Papandayan memang terkenal dengan jalur pendakian yang indah. Gunung yang pernah meletus tahun 1772 dan masih aktif mengeluarkan asap hingga saat ini.  Di sana ada 4 tempat indah dijalur pendakian gunung Papandayan, maka untuk itu kami berangkat malam dari Cikarang dan memulai pendakian gunung Papandayan di pagi hari. Kami berangkat dari cikarang pada hari Jumat malam sekitar jam 7 malam. Tujuan wisata kami adalah melihat langsung 4 tempat indah dijalur pendakian gunung Papandayan, Garut Jawa Barat. Jalur yang kami dimulai dari tol Cikampek-Cipularang-Padaluenyi-Nagrek-Garut-Papandayan.

Kami tiba di pos pendaftaran jam 01.00 WIB. Pos pendaftaran  buka 24 jam, harga tiket masuk perorang di lokasi wisata gunung Papandayan sekitar Rp.30.000/orang. Khusus pengunjung mancanegara harganya berbeda namun jika dapat menunjukan KITAS maka  harga tiket masuknya sama dengan pengunjung lokal. Wisata kami di gunung Papandayan, kami memang tidak berencana bermalam diatas gunung Papandayan jadi kami tidak mengisi form. Bagi pengunjung yang ingin bermalam diatas gunung Papandayan harus mengisi form pendaftaran kemudian diserahkan di pos masuk. Sampai di lapangan parkir kendaraan selanjutnya beristirahat dan memulai wisata jam 05.00 pagi. Jalan masuk ke lokasi wisata gunung Papandayan sudah beraspal hingga parkiran mobil. Area parkir pun sangat luas dan dapat masuk bis besar. Saya sendiri ini adalah kunjungan yang ke 2, kunjungan pertama ketika masih STM tahun 90 an dan waktu itu jalan menuju pos pendaftaran jalannya masih berbatu dan tempat parkir pun kecil. Kini tempat wisata gunung Papandayan ini di kelola Perusahaan Terbatas (PT) sehingga sarananya pun lengkap dan bagus.
a. Sarana di area parkir gunung Papandayan, Garut
Sarana di area gerbang masuk wisata gunung Papandayan sudah lengkap dan warung-warung tertata rapih dan kebersihan pun terjaga. Masjid besar pun telah tersedia disana, Menara untuk melihat sunrise pun ada di area parkiran. Sarana kebersihan dan listrik telah ada disini. Saran MCK banyak di tiap warung yang buka 24 jam.
Udara di gunung Papandayan ini sangat amat dingin, meskipun saya telah membawa sleeping bag namun hawa dinginnya masih terasa banget dan akhirnya saya tidur didalam mobil dengan sleeping bag tapi tetep dinginnya masih sangat. Oh yaa bagi teman-teman yang datang tengah malem seperti kami bisa tidur didalam warung ga apa-apa malah dipersilahkan oleh pemilik warung.
b. Pendakian gunung Papandayan.
Gunung Papandayan ini terkenal dengan jalur pendakian yang indah, kami mulai pendakian jam 05.00 pagi dengan tujuan dapat melihat matahari terbit. Jalur pertama masih berupa aspal dan selanjutnya tumpukan batu dan belerang beku. Udara dingin sangat terasa karena hembusan angin. Jalur pendakian di gunung Papandayan telah rapih dan banyak petunjuknya sehingga untuk pemula tidak perlu khawatir dengan jalurnya.

Berikut 4 tempat indah dijalur pendakian gunung Papandayan yaitu:
1. Area Kawah
Area kawah berada di awal mula jalur pendakian, di area kawah ini sangat bagus ketika sinar matahari pagi mulai keluar, Batu-batuan akan berwarna kuning ketika terkena sinar matahari pagi dan kepulan asap dari kawah berwarna putih akan jelas tampak bercampur warna kekuningan. Ini merupakan spot indah pertama dan wajib berfoto di daerah ini, tapi jangan terlalu lama karena bau belarang yang sangat menyengat yang dapat bikin perut menjadi mual dan lemas serasa mau muntah. Disarankan pakai masker dan tidak terlalu lama di daerah ini. Jalur di area ini bersusun anak tangga dan batuan kapur. Di area ini juga terdapat saung untuk wisatawan yang ini menikmati panorama kawah.

2. Pondok Salada
Pondok Salada adalah area lapang yang biasanya sebagai tempat istirahat para pendaki. Di tempat ini ada kebun edelweiss yang posisinya tidak jauh dari area pondok. Tempat ini ramai karena merupakan tempat untuk mendirikan tenda bagi para pendaki yang ingin menginap. Udara disini juga sangat dingin karena berada diantara gunung sehingga angin dari atas turun ketempat ini. Di Pondok Salada juga telah tersedia sarana MCK dan warung. Di tempat ini kami beristirahat dan menyiapkan sarapan pagi. Sebelum masuk ke area Pondok Salada saya melintasi jalur yang cukup lebar dengan jalan menanjak dan dari area ini kami dapat melihat jauh ke bawah dan melihat hutan mati dari jauh. Setelah itu kami melintasi hutan dengan pohon keras khas pegunungan dan jalan yang berdebu. Meskipun matahari bersinar namun udaranya dingin. Saya sarankan masker tidak dilepas dan memakai topi ya agar kepala tidak tersangkut batang pohon. Karena sudah ada warung disini meski tidak banyak jadi teman-teman tidak perlu banyak membawa makanan jika hanya one day trip saja seperti kami.. tapi jika ingin sensai ya ga apa-apa.

3. Hutan Mati
Area ini di namakan Hutan Mati karena pohonan di area ini mengering tidak tumbuh lagi kerena terkena lahar dingin. Pohon-pohon hanya tersisa batangnya saja. Batang pohon yang tersisa membuat area ini menjadi favorit pendaki karena perpaduan warna putih dari sisa aliran lahar dingin dengan warna hitam batang pohon yang bertuknya berliku-liku. Untuk mencapai Hutan Mati tidak terlalu jauh dari Pondok Salada mungkin hanya 15 menit saja melewati rimbunan pohon dan melewati pohon edelweiss. Meskipun bekas lahar dingin tempat ini bau belerang tidak terlalu menyengat.

4. Tegal Alun
Tegal Alun merupakan tempat pendakian terakhir kami. Untuk mencapai Tegal Alun kami harus melalui jalur menanjak yang curam serta berpasir. Tegal Alun adalah berupa dataran yang ditumbuhi oleh pohon edelwiess. Dari Hutan Mati kami mengikuti jalur yang telah ada meskipun bercabang-cabang tapi kami sarankan tetap dalam satu rombongan agar terhindar dari bahaya. Jalur yang mendaki dan berpasir membuat kami sering terpeleset. Jalur menuju Tegal Alun merupakan jalur tercuram dari beberapa jalur sebelumnya. Sekitar 1 jam kami mengikuti jalur ini karena banyak berhenti untuk beristirahat. Kiri kanan dari jalur ini ditumbuhan pohon semak dan akar-akar pohon. Di Jalur ini saya dapat melihat ke bawah tempat titik awal pendakian. Saya sarankan memakai sarung tangan juga agar tidak memegang pohon berdiri atau batang pohon yang tajam.

Tegal Alun menjadi titik terakhir kami di jalur pendakian gunung Papandayan bersama teman kerja. Puas rasanya telah mencapai titik ini, rasa cape langsung hilang ketika melihat hamparan pohon edelweiss yang banyak sekali. Tinggi pohon edelweiss di Tegal Alun sekitar 1,5 meter dan warna bunga edelweiss berwarna agak kekuningan. Saat kami sampai di Tegal Alun sepi hanya ada dua kelompok saja sehingga kami puas foto-foto di tempat ini dan tentunya tidak merusak atau memetik bunga edelweiss ini. Dari awal perjalanan kami mulai mendaki jam 05.00 WIB dan sampai Tegal Alun jam 12 siang. Setelah puas kami pun turun kembali melewati Hutan Mati namun tidak melewati Pondok Salada melainkan melewati jalur potong yang telah dibuat yang langsung menuju kawah.

Pengalaman melihat 4 tempat indah dijalur pendakian gunung Papandayan sangat berkesan dan tidak pernah bosen lihat foto-foto selama perjalanan. Saya mengharapkan pengalaman ini dapat diceritakan oleh Takao Morimoto san ke teman-temannya di Jepang sehingga tempat ini mungkin akan dikunjungi lagi.  Yuuk kita jaga keasrian alam dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak coret-coret.
Terimakasih kepada:
1. Takao Morimoto san
2. Fahmi
3. Ria
4. Demetrius
5. Riska

Next trip kita rencanakan lagi yaaa…. karena Semua tempat berkesan.

Penulis
Ade Haris S (lalerijo.com)

3 thoughts on “4 tempat indah dijalur Pendakian Gunung Papandayan

  1. Pingback: Kawah wisata di Garut, Jawa Barat - lalerijo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas