Tempat wisata keren di Jogjakarta

Kali ini saya dan istri mengunjungi kota Jogjakarta, Jogjakarta menarik untuk di kunjungi karena keanekaragaman budaya dan sejarahnya. Daerah dengan berbagai macam keunikan tempat wisata keren seperti wisata budaya, kuliner dan alam. Banyak sekali tempat wisata keren di Jogjakarta diantaranya candi Prambanan atau candi Rara Jongrang selain itu Jogjakarta juga mempunyai wisata alam yang menarik untuk di jelajahi diantaranya wisata alam Goa Pindul. Pusat kuliner dan pusat kegiatan budaya yang terkenal terdapat di Jogjakarta adalah jalan Malioboro. Jalan Malioboro sangat terkenal karena tempat ini menawarkan banyak sajian kuliner khas daerah dan di tempat ini juga banyak bangunan hotel-hotel. Pada malam hari disepanjang jalan Malioboro ramai warung makan yang menyajikan makanan daerah seperti gudeg dan minuman seperti wedang, jadi tidak sulit bagi saya dan istri untuk mencari makan malam dan jalan santai di Malioboro.
Selama di Jogjakarta saya mengunjungi 2 candi, yang sebelumnya saya telah cari tahu informasi tentang candi-candi tersebut. Di Jogjakarta banyak sekali candi peninggalan Hindu dan letaknya pun banyak ditemukan diperkampungan yang ditemukan tanpa sengaja salah satunya adalah candi Sambisari, candi yang ditemukan ketika ada petani yang mencangkul dan cangkulnya membentur batu besar.

1.Candi Prambanan.

Candi yang pertama saya kunjungi adalah candi Prambanan atau candi Rara Jongrang. Waktu yang saya tempuh dari Malioboro ke lokasi candi Prambanan selama 40 menit dengan menggunakan mobil jemputan. Lokasi wisata candi Prambanan buka mulai pukul 06.00 WIB s/d 17.00 WIB. Tiket masuk untuk wisatawan :
Wisatawan lokal dewasa : Rp 30.000
Wisatawan lokal anak-anak : Rp. 12.500
Wisatawan asing dewasa : USD 18
Wisatawan asing anak-anak : USD 9
Candi Prambanan telah menjadi dayatarik wisatawan lokal dan asing yang berkunjung ke Jogjakarta karena merupakan salah satu candi terbesar penginggalan Hindu di Indonesia yang dibangun ke 9 Masehi. Lokasi wisata candi Prambanan adalah merupakan komplek candi yang terdiri dari beberapa candi diantaranya candi Garuda, candi Wisnu, candi Angsa, candi Nandi, candi Siwa. Masing-masing candi mempunyai makna salah satunya adalah candi Siwa yang merupakan candi utama di komplek candi Prambanan ini, dimana candi ini dibangun untuk menghormati dewa Siwa yang merupakan Mahadewa dijaman jawa kuno. Di candi Siwa terdapat relief Ramayana dan dibagian dalam terdapat arca Genesa, Agastya, Durga Mahisasuramardhini. Untuk mencapai puncak candi ini saya harus antri menaiki anak tangga yang kecil. Candi Siwa juga merupakan candi tertinggi di Indonesia dengan tinggi 47 m. Pemugaran Komplek candi Prambanan ini diresmikan oleh presiden Suharto pada 20 Februari 1993. Di komplek candi Prambanan ini masih banyak tumpukan batu candi yang belum disusun /dipugar. Bagi yang suka foto-foto banyak sekali spot-spot yang bagus untuk pengambilan gambar. saran saya jika hendak ke lokasi wisata ini membawa payung atau topi karena akan terasa panas terik matahari. Di lokasi wisata candi Prambanan juga ada jasa tukang foto yang hasil fotonya bisa langsung dibayar. Untuk yang ingin membeli souvenir, toko souvenir dan makanan ada di jalan menuju pintu keluar. Harga souvenir seperti baju, hiasan harganya bervariasi dan bisa ditawar. Selanjutnya setelah ke lokasi wisata candi Prambanan saya melanjutkan ke lokasi wisata candi Sambisari.

2.Candi Sambisari

Lokasi candi Sambisari terletak tidak jauh dari bandar udara dan letak candi terdapat di tengah perumahan. Candi Sambisari berada di jalan Candi Sambisari, Kadirojo, Purwomartani, Kalasan kabupaten Sleman Jogjakarta. Untuk mencapai candi Sambisari dari kota Jogjakrta kurang lebih 12 km. Candi Sambisari adalah peninggalan zaman Mataram kuno. Penggalian dan pemugaran candi Sambisari membutuhkan waktu 21 tahun.
Harga tiket masuk kedalam lokasi wisata candi SambisariĀ  antara lain :
Wisatawan lokal : Rp. 5000
Wisatawan asing : Rp. 10.000
Tiket di lokasi wisata Sambisari jauh berbeda dengan candi Prambanan. Parkir kendaraan dilokasi wisata candi Sambisari tidak ada tempat khusus karena letaknya di area perumahan jadi parkirnya di kelola warga sekitar. Candi Sambisari diresmikan pemugarannya oleh Prof. DR. Haryati Soebadio pada 23 Maret 1987. Candi Sambisari diperkirakan dibangun pada abad ke 9 Masehi dan ditemukan pada tahun 1966. Candi Sambisari mempunyai kesamaan dengan candi Prambanan yaitu latarbelakang keagamaan Siwaistis. Candi Sambisari mempunyai candi utama yang didalamnya terdapat Lingga Yoni, yaitu perwujudan dari Sakti (istri Siwa). Berbeda dengan candi Prambanan untuk mencapai kedalam komplek candi Sambisari saya harus menuruni anak tangga. Candi Sambisari ini dikelilingi tembok batu.



Di dalam ruang candi utama terdapat terdapat Yoni yaitu berupa batu yang berbentuk kotak panjang tepat ditengah dalam ruangan. Pada saat saya dan keluarga berkunjung ke lokasi wisata candi Sambisari ini tak banyak wisatawan asing dan di dalam komplek candi ini banyak anak-anak dari lingkungan sekitar candi yang bermain. Kebersihan dan kerapihan di komplek candi ini terjaga dengan baik.

3. Goa Pindul

Goa Pindul adalah tempat wisata keren di Jogjakarta selanjutnya yang saya kunjungi selama di Jogjakarta. Goa Pindul terletak di desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul. Goa Pindul adalah salah satu wisata alam di Gunung Kidul yang sedang populer. Wisatanya adalah menyelusuri goa dengan mengunakan karet ban. Saya menyelusuri aliran sungai bawah tanah dimana didalam goa Pindul tersebut mengalir air dan batu stalagmite yang masih tumbuh/aktif. Didalam goa Pindul juga ada batu mineral yang mengeluarkan sinar jika terkena sinar lampu seperti kristal. Saat itu rombongan saya dipandu seorang pemandu yang memberi keterangan tentang kondisi dan asal usul goa Pindul. Waktu penyelusuran dari awal masuk goa hingga keluar goa sekitar 40 menit, hal ini juga tergantung kondisi aliran air dan jumlah pengunjung.
Harga wisata penyelusuran goa Pindul saat itu saya kisaran Rp. 45.000/orang diluar tip dan biaya bilas. Di tempat lokasi wisata ini banyak operator jasa yang menawarkan paket wisata dengan harga yang variasi. Untuk mencapai lokasi wisata goa Pindul dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi motor atau mobil. Akses menuju lokasi juga bagus.

Setelah saya membeli paket wisata yang pertama yaitu penyelusuran goa Pindul dan yang ke dua dilanjut penyelusuran sungai Oyo. Kedua wisata alam ini menggunakan tube/ban dalam mobil dan pelampung/orang dengan cara mengikuti aliran air. Sebelum masuk kedalam goa kami di informasikan beberapa hal yang ada di dalam goa nantinya. Menurut informasi dari pemandu goa Pindul adalah goa purba yang terbentuk alami yang didalamnya terdapat batu stalagmite ke 4 terbesar di dunia yang masih aktif/tumbuh dan juga ada beberapa tempat yang mempunyai mitos diantaranya Batu perkasa (mitos untuk pria jika menyetuh batu tersebut akan menjadi kuat) dan batu awet muda untuk wanita (mitos untuk wanita yang menyuci muka dari tetesan air dari batu tersebut akan menjadi awet muda). Kedalam sungai bawah tanah ini berkisar 1 ~ 12 meter dengan panjang goa sekitar 350 meter.

Goa Pindul menurut pemandu wisata kami dahulunya adalah tempat yang di keramatkan karena terdapat sumber air bersih untuk masyarakat sekitar. Nama goa Pindul menurut cerita dahulu ada seorang pangeran yang masuk kedalam goa untuk bertapa dan tampa sengaja pipinya terbentur atau tersundul batu dan dari cerita itulah muncul Pindul maka disebut goa Pindul. Aliran air dari goa Pindul terus mengalir hingga sungai Oyo. Area dalam goa Pindul dibagi menjadi 3 zona yaitu zona terang (pintu masuk goa), zona remang (sedikit cahaya) dan zona gelap abadi (bagian dalam tengah goa).

Waktu yang tepat untuk berwisata ke goa Pindul ini kisaran jam 10.00 pagi dan bukan dihari libur nasional atau hari raya karena tempat ini akan penuh sehingga untuk masuk kedalam goa harus antri. Setiap satu rombongan tidak dibatasi jumlahnya. Saat itu rombongan saya berjumlah 6 orang termasuk pemandu wisatanya.
Untuk area parkir dan sarana bilas di setiap operator wisata pasti tersedia, tarif bilas kisaran Rp 3000 dan bagi pengunjung yang ingin membeli baju ditempat ini juga tersedia dengan harga kisaran Rp 70.000 ~ Rp 100.000 tergantung jenisnya.

Berwisata ke Jogjakarta memang asik.. segala wisata ada, mulai wisata kuliner, budaya dan wisata alam semuanya ada. Yuuk berwisata ke Jogjakarta… tapi harus menjaga kebersihan yaa..dan tidak coret-coret.

Penulis
Ade Haris S (lalerijo.com)
“Semua tempat berkesan”

Lewat ke baris perkakas